PSSI
Tim Investigasi AFC Urung Datang
Jumat, 20-04-2012 18:01 | Kategori: Sepakbola Nasional | Dibaca 1533 kali | Komentar : 0
Basa-basi Investigasi (sp+) Berita Terkait
TIM invetigasi AFC urung ke Indonesia. Sebaliknya, AFC panggil perwakilan kepengurusan PSSI La Nyalla Mattalitti dan Djohar Arifin Husin, Selasa (24/4).
Seusai menggelar rapat pertama Komite Kompetisi, Jumat (20/4) di kantor PSSI, Pintu I Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Ketua Komite Kompetisi Tonny Aprilani membeberkan batalnya rencana kedatangan tim investigasi AFC.
Sebagai gantinya, kepengurusan PSSI di bawah pimpinan La Nyalla dan Djohar akan dipanggil langsung menghadap tim investigasi AFC yang digalang Wakil Presiden AFC HRH Prince Abdullah lbni Sultan Ahmad Shah, Exco FIFA dan AFC Worawi Makudi, Sekjen AFC Alex Soosay, dan Ketua Komite Anggota Asosiasi serta Hubungan Internasional AFC James Johnson ke kantor AFC di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (24/4).
"Kami diundang ke AFC menghadap tim investigasi AFC pada Selasa (24/4). Tidak hanya kami, kubu Djohar pun diundang. Itu sebagai ganti kehadiran tim investigasi AFC ke Indonesia," jelas Tonny, Jumat (20/4).
Untuk itu, selain dokumen dan hasil Kongres Luar Biasa (KLB), sebagai Ketua Komite Kompetisi ia pun segera menyiapkan opsi penyelesaian dualisme kompetisi Indonesia sebagai bekal menghadap tim investigasi AFC itu.
"Kami segera berkoordinasi dengan Komite Ad-Hoc Kompetisi Profesional untuk menyiapkan penyelesaian dualisme kompetisi. Dan, sebagai Komite Kompetisi, saya juga segera menyiapkan format kompetisi dari amatir hingga profesional untuk musim depan," terang Tonny.
"Yang pasti, kami ingin melengkapi dokumen dan hasil KLB 18 Maret 2012 dengan opsi dan program PSSI yang matang di bawah pimpinan La Nyalla saat menghadap tim investigasi itu," pungkas Tonny.
Bicara soal perwakilan, Tonny meyakinkan PSSI pimpinan La Nyalla akan mengirim skuad terbaik, termasuk CEO PT Liga Indonesia (LI) Joko 'Jodri' Driyono. Kubu Djohar, menurut kabar, akan diwakili Farid Rahman dan Tri Goestoro.
Sementara soal hasil rapat Komite Kompetisi yang hanya dihadiri Ketua dan Wakil Ketua Komite Kompetisi Erwin Dwi Budiawan, Tonny membeberkan banyaknya hal yang harus dievaluasi.
"Kebetulan 3 anggota kami tidak hadir. Namun, tadi saya sudah diskusi dengan Erwin. Hasilnya pun banyak. Perlu banyak perbaikan dalam kompetisi sepakbola Indonesia, mulai dari amatir hingga profesional," pungkas Tonny.
Komite Kompetisi menurut Statuta PSSI:
Pasal 47
Komite Kompetisi
(1) Komite Kompetisi bertanggung jawab untuk mengatur kegiatan-kegiatan kompetisi dalam PSSI berdasarkan pada Statuta dan peraturan lainnya mengenai kompetisi-kompetisi di PSSI.
(2) Komite Kompetisi terdiri dari seorang Ketua, Wakil Ketua dan 3 (tiga) Anggota.














