Piala AFF 2012
Garuda Muda Bangga & Kecewa
Sabtu, 28-04-2012 12:30 | Kategori: Event | Dibaca 2156 kali | Komentar : 0
Dilema Garuda Muda (sp+) Berita Terkait
TIMNAS futsal Indonesia ganyang Malaysia 4-2 dan raih posisi 3. Garuda Muda pun mengaku bangga sekaligus kecewa atas pencapaian di Piala AFF 2012.
Timnas futsal Indonesia gagal pertahankan mahkota juara Piala AFF yang diraih pada 2010. Di Piala AFF 2012, tim Merah Putih cuma bisa menclok di urutan 3 pasca menggayang Malaysia 4-2, Jumat (27/4).
Padahal, Badan Futsal Nasional (BFN) menargetkan timnas U-21 tembus final. Target itu, tentu, dipancangkan karena BFN melihat skuad didikan coach Israqul Issa memang punya potensi besar.
Di medan laga, dengan skuad yang mayoritas berisi pemain miskin pengalaman, bahkan sebagian baru pertama kali ikut pelatnas, ternyata amat sulit mewujudkan target itu.
Faktanya, Syahidan Lubis dkk gagal ke final setelah ditekuk Vietnam di semifinal. Ketika itu, Garuda Muda harus mengakhiri laga dengan kepala tertunduk menyusul kekalahan 3-5.
Tapi, hasil akhir itu tak mesti dijadikan beban. Meski cuma di urutan 3, Ketua BFN Jericho Umbas sudah menyatakan bangga dengan raihan Garuda Muda.
Tentu, tak sedikit yang menganggap pencapaian itu sebagai sebuah prestasi membanggakan. Sebaliknya, ada juga yang kecewa karena Indonesia gagal tembus final. Dan, rasa bangga bercampur kecewa itulah yang sedang melanda para punggawa Garuda Muda.
"Bagaimana perasaan saya saat ini? Ada senang dan ada kekecewaan karena kami gagal ke final. Semua sudah bermain maksimal dan mungkin inilah hasil yang layak kami terima," kata Syahidan, punggawa Garuda Muda asal Medan.
Ucapan senada dilontarkan punggawa Indonesia yang lainnya, Bambang Bayu Saptaji. Ia pun mengaku dilanda dilema: bangga bercampur kecewa.
"Sebenarnya kami kurang puas dengan pencapaian ini. Tapi, kami sudah bekerja keras dan inilah hasil maksimal yang harus kami terima. Kami tetap mensyukurinya," ucap Bayu.
Sebenarnya, jika semua punggawa timnas AFF bingung apakan harus bangga atau kecewa, itu malah terbilang bagus.
Saat menyatakan bangga, artinya mereka sudah percaya dengan kemampuan diri sendiri. Saat bilang kecewa, artinya mereka punya keinginan kuat meraih hasil lebih baik lagi di momen berikutnya.













