Kisruh PSSI
Gawat, Okto Pun Buron!
Jumat, 11-05-2012 07:01 | Kategori: Sepakbola Nasional | Dibaca 1463 kali | Komentar : 0
Okto Ikut Terhasut (sp+) Berita Terkait
YANG berulah konyol dan tak profesional bukan cuma Titus 'Tibo' Bonai. Oktovianus Maniani pun begitu. Ia buron dari klubnya, Persiram Raja Ampat.
Tujuan Okto, 21, ditengarai kuat serupa Tibo: merapat sepihak ke TC timnas bentukan PSSI di bawah kendali Djohar Arifin Husin. Satu lagi pemain asal Papua yang betingkah serupa, yakni Patrich Wanggai.
Yang rada aneh dari kasus Okto adalah ia tiba-tiba raib dari rombongan Persiram sepulang dari pertandingan kontra Persidafon Dafonsoro dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL 2011/2012, Selasa (8/5).
Ketika itu, selepas pertandingan yang berakhir 0-0, ofisial tim Persiram dikejutkan dengan tidak terlihatnya Okto dalam rombongan. Dan, sampai Kamis (10/5), Okto tak ubahnya buronan. Dihubungi lewat handphone pun tak bisa.
Henry Wairara, tim manajer Persiram, kepada sebuah media online menyebut besar kemungkinan Okto sudah berada di Yogyakarta dan ikut TC timnas besutan pelatih Nil Maizar.
Henry menyatakan indikasi itu sangat kuat karena Okto memang sempat bilang kalau dirinya dapat surat undangan dari Penanggung Jawab Timnas PSSI Bernhard Limbong.
Dalam surat itu, menurut Henry, Okto diminta segera bergabung ke TC timnas yang disiapkan beruji coba ke Palestina maupun melawan Internazionale Milan. Surat itu juga mengajak Okto mengedepankan kepentingan bangsa dengan membela tim Merah Putih.
Kepada Henry, Okto pun mengaku sangat menginginkan dirinya bisa kembali berkostum Garuda. Alasan sama dipakai Tibo saat kabur dari Persipura Jayapura, klub yang resmi mengontraknya.
"Kami semua pulang ke Raja Ampat selepas pertandingan, tapi tidak bersama Okto. Kami tak tahu ia pergi ke mana. Ia pergi tanpa pamit kepada manajemen," kata Henry.
Okto, Tibo, dan Patrich tentu tahu kalau klubnya yang berkiprah di ISL di bawah pengelolaan PT Liga Indonesia (LI) tidak mengizinkan mereka memenuhi panggilan personal dari PSSI.
Bukan saja karena ISL 2011/2012 masih berputar sehingga tenaga mereka dibutuhkan masing-masing klubnya, tapi juga lantaran ada komitmen yang dipancang pada Kongres Luar Biasa (KLB) 18 Maret 2012.
Ya, sejak lebih dari 2/3 anggota sah PSSI memilih La Nyalla Mattalitti sebagai Ketua Umum PSSI 2012-2016, praktis gugur pula mandat kepada Djohar dkk. La Nyalla beserta kepengurusan baru PSSI sendiri kini tinggal menanti legitimasi dari FIFA dan AFC.
Lebih dari itu, jadwal timnas bentukan PSSI Djohar di Palestina dan melawan Inter ternyata juga bukan kalender FIFA.
Karena itu, Henry pun menegaskan manajemen Persiram memberi waktu 3 x 24 jam kepada Okto untuk kembali ke klub. Jika tidak, ia bakal dikenai sanksi. Bahkan, tak mustahil sampai ke tingkat pemecatan.
Terhadap PSSI Djohar, jika Okto terbukti dilibatkan dalam TC timnas di Yogya, pihak Persiram sudah pasang kuda-kuda. Mereka siap menuntut Djohar dkk dengan pasal pencurian pemain.
Dan, bagi Okto sendiri, jika benar lebih memilih meninggalkan Persiram dengan segala risikonya, ia termakan komitmen loyalitasnya kepada Persiram. Bahkan, ia sempat berucap ingin membesarkan Persiram dengan berkarier di klub itu hingga pensiun sebagai pesepakbola.









