Bambang Pamungkas
Keprihatinan Kapten
Jumat, 11-05-2012 14:02 | Kategori: Ulah | Dibaca 1988 kali | Komentar : 0
Keprihatinan Kapten (sp+) Berita Terkait
PINTAR, kharismatik, peduli. Bambang 'Bepe' Pamungkas memang bukan cuma pesepakbola jempolan. Tulis buku sudah, kali ini ia berbagi.
Sebut nama Bepe, tak perlu bumbu macam-macam. Sosoknya begitu dikenal. Tak sebatas di Tanah Air, melainkan sampai ke Negeri Jiran, bahkan lebih luas dari itu.
Di lapangan, ban kapten selalu melingkari lengannya. Bersama Persija Jakarta di Indonesia Super League (ISL) 2011/2012, ia sudah menyumbang 14 gol berikut 3 dari eksekusi penalti. Ia di urutan 3 daftar top skorer.
Selain jadi jenderal lapangan, Bepe juga punya keahlian spesifik: lompatannya tinggi dan jago menyundul si kulit bundar.
Di luar lapangan, Bepe termasuk atlet pintar. Diajak diskusi banyak hal, ia tak kedodoran. Tak heran jika ia mampu menulis dan menerbitkan buku. Kepribadiannya oke. Ia gentle dan berkharisma.
Lalu, apa lagi yang perlu diceritakan soal Bepe?
Ini yang terbaru: Bepe sedang giat galang dana. Caranya: melelang koleksi kostum pribadinya. Itu diungkap Bepe lewat akun Twitter-nya.
"Jersey ini saya lelang via @indonesiaSatuFC #untukAbdulKadir - silakan," tulis pengguna nomor punggung 20 ini.
Bepe menggelar lelang bukan buat mengisi koceknya sendiri. Seluruh hasil lelang akan ia gunakan sebagai sumbangsih kepada keluarga almarhum Abdul Kadir, mantan pesepakbola top Indonesia yang lekat dengan julukan Si Kancil.
Yang dilelang bomber tim Macan Kemayoran ini adalah kostum tandang timnas Indonesia warna putih bernomor 20 dan dilengkapi tanda tangannya.
Niat tulus Bepe terdorong pemberitaan seputar nasib keluarga Abdul Kadir yang tinggal di sebuah perumahan di bilangan Bekasi. Ia mengaku sangat prihatin, apalagi jika mengingat Si Kancil semasa jadi pemain adalah simbol kebanggaan rakyat Indonesia di lapangan hijau.
Abdul Kadir yang dulu begitu fenomenal berkat kecepatan lari dan kemahirannya mengolah bola, kini terlupakan. Istri, menantu, anak, dan cucunya kini dalam kondisi memprihantinkan.
Semua itu menggugah nurani Bepe. Ia pun bergerak sesuai kemampuannya. Sementara ini dengan cara melelang kostum keseayangannya.
Salut!










