Oktovianus Maniani
Terima Nasib
Sabtu, 12-05-2012 16:28 | Kategori: Ulah | Dibaca 1393 kali | Komentar : 0
Terima Nasib (sp+) Berita Terkait
OKTOVIANUS Maniani memang menclok di timnas selepas kabur dari Persiram Raja Ampat. Ia melangkah dengan sadar. Ia siap terima nasib.
Pupus sudah praduga terkait Okto. Ia menghilang dari rombongan tim Persiram sepulang bertanding dengan Persidafon Dafonsoro memang untuk tujuan yang sangat jelas.
Ya, Okto tak sedang mabuk atau bingung ketika melangkahkan kakinya menuju TC timnas bentukan PSSI Djohar Arifin Husin dkk di Yogyakarta. Bahkan, Jumat (11/5), ia sudah turun bersama Irfan Bachdim, Markus Horison dkk dalam laga uji coba timnas besutan Nil Maizar.
Seperti dikutip dari Antara, Okto merapat ke Yogya semata-mata demi membela tim Merah Putih yang diproyeksikan beraksi di Palestina plus 2 laga ekshibisi dengan Internazionale Milan.
"Saya melangkah atas nama pribadi saya sebagai pemain. Bukan atas klub atau apapun. Saya hanya ingin membela timnas Indonesia. Karena itu, saya pun siap terima konsekuensinya. Saya sadar langkah saya ini mengandung risiko," ungkap Okto.
Termasuk tak takut kontraknya diputus Persiram?
Okto menyatakan tak masalah jika memang itu terjadi. Tapi, lanjut pemain berusia 21 yang pernah membela Sriwijaya FC ini, "Soal kontrak saya, itu urusan manajer."
Sama seperti Titus 'Tibo' Bonai, pemain Persipura Jayapura yang juga merapat sepihak ke TC timnas, jalan yang dipilih Okto terbilang nekat. Pasalnya, sejak awal klub-klub Indonesia Super League (ISL) 2011/2012, tak terkecuali Persipura dan Persiram, tak membolehkan pemainnya bergabung ke TC timnas.
Alasannya jelas. Yang utama, TC timnas berbenturan dengan jadwal ISL yang masih bergulir. Lalu, kegiatan timnas yang tidak masuk kalender FIFA dan sudah tidak dipercayanya kepemimpinan Djohar di PSSI juga jadi alasan mendasar.
Semua tahu itu, termasuk Okto dan Tibo. Tapi, keduanya tetap saja nekat melangkah. Surat undangan individu dari PSSI Djohar dkk jadi pintu masuk meski itu sangat tidak etis, langgar aturan, bahkan juga merusak.
Bagaimana nasib Okto ke depan, ia sendiri tentu sudah berhitung. Itu sebabnya, ia pun berani bilang siap terima konsekuensi dari langkah yang diayunkannya.









