Alan Pardew
Peduli Islam
Sabtu, 12-05-2012 21:31 | Kategori: Ulah | Dibaca 1099 kali | Komentar : 0
Peduli Islam (sp+) Berita Terkait
ALAN Scott Pardew lagi jadi buah bibir. Itu berkat prestasinya angkat Newcastle United. Juga berkat kepeduliannya, termasuk soal Islam.
Pardew datang, Newcastle menjulang. Itu sebutan para penggila Premier League atas karya pelatih kelahiran 18 Juli 1961 ini.
Pardew dihadirkan langsung Mike Ashley, pemilik Newcastle, pada 2010. Ketika itu, The Magpies berkutat di Divisi Championship. Dipoles Pardew, dengan cepat Premier League kembali ditapaki. Bahkan, kini mampu bersaing dengan kontestan top macam Arsenal, Tonttenham Hotspur, dan Chelsea.
Lesatan itulah yang membuat Pardew diganjar predikat bergengsi: Pelatih Terbaik Premier League 2011/2012.
Yang juga istimewa, Pardew ternyata termasuk pribadi penuh toleransi. Ia baik dan peduli. Itu dibuktikan Pardew lewat proposal pembangunan mushala di areal Sports Direct Arena, markas Newcastle.
Proposal itu diajukan Pardew kepada manajemen dengan niat mulia: memberi kemudahan bagi pemain muslim Newcastle menjalankan ibadah shalat.
Pardew sadar ada di antara serdadunya yang beragama Islam. Mereka adalah Hatem Ben Arfa, Demba Ba, dan Papiss Cisse. Dan, ketiganya adalah pemain kunci yang membuat Newcastle mampu tampil impresif musim ini.
"Saya selalu memperhatikan keyakinan yang dianut masing-masing pemain. Agama jelas punya peranan penting. Rencana pembangunan tempat ibadah ini sudah saya sampaikan kepada sekretaris klub, Lee Charnley," kata Pardew seperti dikutip The Mail on Sunday.
"Anda harus menghormati perbedaan keyakinan di negeri ini. Kami membutuhkan fasilitas beribadah bagi mereka. Apapun keyakinan mereka, penting bagi kami menghormati dan memahaminya," lanjut Pardew.
Pardew betul dan bijak. Memang, di luar ke-3 pemain Newcastle, di Premier League musim ini juga beredar pemain muslim lain. Mereka adalah Yaya dan Kolo Toure, Samir Nasri, Edin Dzeko, Ali Al-Habsi, Salomon Kalou, Mamady Sidibe, dan Marouane Chamakh.
Cuma, belum terdengar apakah para pelatih mereka memikirkan seperti yang dipikirkan Pardew dengan kebaikan dan kepeduliannya.














