PSSI
Siap Disanksi Demi Legitimasi
Minggu, 03-06-2012 23:02 | Kategori: Sepakbola Nasional | Dibaca 1302 kali | Komentar : 0
Siap Disanksi Demi Legitimasi (sp+) Berita Terkait
PSSI La Nyalla Mattalitti kumpulkan anggotanya, Minggu (3/6). Pada pertemuan itu, tercetuskan 1 tekad: dapatkan legitimasi FIFA atau lebih baik disanksi.
Tak hanya Komite Eksekutif (Exco) PSSI yang terpilih dalam Kongres Luar Biasa (KLB) 18 Maret 2012 beserta kepengurusannya yang mengharamkan rekonsiliasi dengan Djohar Arifin Husin dkk. Ke-76 voter dan 426 anggota PSSI yang berkumpul di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Minggu (3/6), pun bersikap serupa.
Target utama mereka saat tiba deadline FIFA bagi sepakbola Indonesia menyelesaikan masalahnya, 15 Juni 2012, adalah legitimasi diberikan kepada kepengurusan PSSI di bawah kendali La Nyalla.
"Kami semua, para Exco, 76 voter, dan 426 anggota PSSI yang hadir dalam pertemuan ini sepakat kepengurusan PSSI hasil KLB 18 maret 2012 harus dilegitimasi FIFA. Artinya, segala wacana rekonsiliasi yang coba didengungkan Djohar dkk tidak akan kami gubris. Intinya, tidak ada lagi kata kompromi," tegas La Nyalla.
Sadar sikap yang diambilnya berpotensi membuat sepakbola Indonesia diganjar sanksi FIFA, PSSI pimpinan La Nyalla beserta anggota dan voter PSSI siap menerima keputusan itu.
Terlebih, mereka punya keyakinan sanksi FIFA itu berlaku hanya untuk PSSI Djohar. Untuk PSSI La Nyalla, jangankan disanksi, dilegitimasi FIFA saja belum.
"Lebih baik disanksi. Kami semua sudah sepakat dan siap terima keputusan itu," ujar La Nyalla.
"Lagipula, sanksi FIFA itu hanya buat PSSI Djohar, bukan buat kami. Bagaimana kami mau disanksi, dilegitimasi saja belum. Karena itu, jika sanksi FIFA turun buat PSSI Djohar, kami segera mendesak FIFA melegitimasi kepengurusan PSSI hasil KLB 18 Maret 2012 karena mekanismenya sudah sesuai Statuta PSSI pasal 31 ayat 2," lanjut La Nyalla.
Namun, jika FIFA berkeras membuat keputusan di luar yang diharapkan, PSSI La Nyalla siap bawa masalah itu ke Badan Arbitrase Internasional untuk Olahraga (CAS).
"Masih ada CAS. Jika keputusan FIFA memang di luar yang kami inginkan, karena kami berjalan di atas kebenaran, kami siap seret masalah itu ke CAS," tandas La Nyalla.
Bicara seusai pertemuan di Krakatau Ballroom Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, La Nyalla juga jelaskan rencana pertemuan tahap 2 kepengurusan PSSI pimpinan La Nyalla dan Djohar dengan tim investigasi AFC. Menurut rencana, pada 6 dan 7 Juni 2012 pertemuan itu berlangsung.
"Agenda hari pertama, 6 Juni, adalah kompromi di antara 2 kepengurusan PSSI yang ditengahi tim investigasi AFC. Hari ke-2, 7 Juni, akan dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh 2 kepengurusan PSSI terkait solusi penyelesaian kisruh sepakbola Indonesia. Saya tidak akan tanda tangani MoU itu kecuali dalam kesepakatan itu Djohar menyatakan mundur," pungkas La Nyalla.









