Vicente Del Bosque
"Spanyol Melaju karena Kuat & Beruntung"
Kamis, 28-06-2012 18:02 | Kategori: Bincang | Dibaca 2079 kali | Komentar : 0
"Spanyol Melaju karena Kuat & Beruntung" (sp+) Berita Terkait
SPANYOL selangkah lagi cetak sejarah: pertahankan mahkota Euro. Vicente Del Bosque lega meski akui kemenangan atas Portugal berbau keberuntungan.
Tiga turnamen resmi diikuti, 3 kali pula La Furia Roja tembus final. Luar biasa, memang, aksi dan pencapaian Spanyol dalam 4 tahun terakhir. Belum ada tim lain yang mampu menjejakinya.
Semua dimulai sejak Euro 2008, saat Spanyol masih ditukangi Luis Aragones. Tak ada yang menyangka tim Matador melenggang ke final. Apalagi, terakhir kali mereka jadi juara Euro adalah pada 1964.
Spanyol mampu mematahkan keraguan itu. Di final 2008, Spanyol mengalahkan Jerman yang kekuatannya jauh lebih dipandang ketimbang mereka. Fernando Torres jadi pahlawan lewat gol tunggalnya.
Sayang, setelah jadi juara Euro 2008, pelatih Aragones mengundurkan diri. Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF) pun menunjuk Del Bosque sebagai suksesor Aragones pada Juli 2008.
Sebelum digaet RFEF, Del Bosque dalam keadaan menganggur setelah berhenti melatih Besiktas pada Januari 2005. Dan, Del Bosque mampu membuktikan kapasitasnya sebagai pelatih jempolan.
Del Bosque membawa Spanyol meneruskan tren positif sebagai tim tak terkalahkan dalam 35 pertandingan sejak 7 Februari 2007 hingga semifinal Euro 2012. Prestasi itu menyamai Brasil saat jadi tim tak terkalahkan dalam kurun 1993-1996.
Mereka datang ke Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan dengan status favorit. Tanpa halangan, Spanyol sukses mengawinkan gelar Euro 2008 dan Piala Dunia 2010 setelah di final menaklukkan Belanda 1-0 lewat gol Andres Iniesta di babak extra time.
Di Euro 2012, Spanyol melewati 8 laga kualifikasi tanpa kalah. Di putaran final, Spanyol tergabung di Grup C bersama Italia, Kroasia, dan Republik Irlandia. Mereka maju ke 8 besar sebagai juara grup.
Di 8 Besar Euro 2012, Spanyol tundukkan Prancis 2-0. Dua gol diborong Xabi Alonso. Di semifinal, dipayungi keberuntungan, La Furia Roja menghentikan perlawanan keras Portugal lewat adu penalti yang berakhir 4-2.
Kini, rekor sebagai tim yang mampu mempertahankan gelar sekaligus merangkai 3 mahkota beruntun di pelupuk mata Spanyol.
Apa dan bagaimana kesan Del Bosque, berikut petikan wawancara dengannya yang dipetik dari berbagai sumber:
Bagaimana penilaian Anda tentang penampilan Portugal yang memaksa Spanyol bermain hingga 120 menit dan beradu penalti?
Portugal lebih unggul dalam bertahan. Kami tak punya banyak kesempatan. Pertandingan berjalan seimbang. Dalam babak perpanjangan waktu, situasi sedikit berbeda. Kami lebih bisa mengendalikan permainan. Lalu, akhirnya, kami dapat banyak keberuntungan dalam adu penalti. Saya ingin mengucapkan selamat kepada Portugal karena telah memainkan sepakbola yang hebat. Dan, kami lebih beruntung dari mereka di Euro 2012.
Anda membuat keputusan mengejutkan ketika menarik Xavi Hernandez pada menit 87. Apakah ia bermain buruk saat melawan Portugal?
Xavi tak bermain buruk. Ia, bahkan, tampil sangat bagus. Tapi, kami membutuhkan pemain yang lebih cepat di lapangan. Pedro Rodriguez dan Jesus Navas lebih nyata bagi upaya kami menambah kekuatan daya serang.
Itu pula yang membuat kami mampu menciptakan banyak masalah bagi Portugal. Masuknya Pedro dan Navas membuat kami lebih bertenaga. Diturunkan di saat krusial penting bagi keduanya. Terbukti, di babak extra time, mereka membuktikan keunggulan teknis dan pengalamannya.
Anda membawa skuad inti yang tak jauh berbeda dengan skuad di Euro 2008 dan Piala Dunia 2010. Bagaimana performa para pemain yang Anda bawa ke Polandia-Ukraina?
Saya punya 23 pemain dalam skuad Spanyol. Mereka pemain hebat dan penting di klubnya masing-masing. Saya bisa memainkan mereka sesuai taktik yang ingin saya terapkan.
Permainan Spanyol sempat dikritik saat melawan Italia dan Kroasia. Ada yang menyebut tim Matador tak segarang saat tampil di Euro 2008 dan Piala Dunia 2010...
Saya menerima kritik Anda dengan apa yang saya lihat dari pendapat yang berbeda-beda. Anda harus selalu melihat hasilnya. Kami memang tak sempurna. Kami belum menerima ucapan selamat meski tampil luar biasa sejak kualifikasi. Kami akan terus memakai cara yang sama. Masa depan ada di tangan kami sendiri.
Sepakbola adalah perdebatan permanen. Saya tak mengatakan tidak setuju dengan pendapat semua orang. Saya juga tak ingin mengatakan kami sangat optomistis. Kami cuma tahu kami punya peluang besa. Kami sama sekali tak ragu akan itu.














