Tips Sehat
Bahaya di Balik Kecantikan
Rabu, 18-07-2012 00:30 | Kategori: Saran Dokter | Dibaca 2562 kali | Komentar : 0
Bahaya di Balik Kecantikan (sp+) Berita Terkait
BUAT wanita, kini banyak cara bisa ditempuh demi tampil lebih cantik. Tak terkecuali mewarnai kuku dengan kuteks. Padahal, ada bahaya di balik itu.
Bahaya dari kuteks bersumber dari bahan kimia yang terkandung di dalamnya. Bahan kimia itu disebut phthalates.
Temuan yang dipublikasikan dalam Journal Environmental Health Perspectives menunjukkan phthalates dapat mengganggu metabolisme jaringan lemak sehingga menyebabkan resistensi insulin pada wanita sehat.
Dalam penelitian atas 2.350 sampel urine wanita berusia 20-80 ditemukan 2 bahan kimia tingkat tinggi, yaitu mono-benzil phthalate dan mono-isobutil ftalat. Ke-2 bahan kimia itu menaikkan risiko diabetes hingga 2 kali lipat.
Selain kuteks, bahan kimia berbahaya itu juga banyak ditemukan dalam berbagai produk perawatan wanita lainnya seperti hairspray, sabun, bahkan juga shampoo.
"Ini langkah awal penting dalam mengeksplorasi hubungan antara phthalates dan diabetes. Selain terdapat di produk perawatan pribadi, phthalates juga ada di beberapa jenis peralatan medis dan obat-obatan bagi pengidap diabetes," ungkap Tamarra James-Todd dari Brigham and Women's Hospital's Division of Women's Health seperti dilansir Livescience, Senin (16/7).
Harga yang ditawarkan cukup beragam. Dari ribuan hingga ratusan ribu rupiah. Namun, bagi wanita, harga kerap dianggap bukan masalah. Asal bisa terlihat lebih cantik dan menarik, apapun kerap ditabrak.
Padahal, di balik itu, ada sejumlah bahaya mengancam. Karena itu, sebaiknya cermati dan bedakan mana jenis kuteks yang berbahan kimia dan mana yang tidak. Berikut tipsnya:
1. Perhatikan masa kadaluarsa
Kuteks yang sudah kadaluarsa dapat menimbulkan gejala seperti iritasi, gatal kemerahan sampai berujung infeksi. Efek jangka panjangnya dapat menyebabkan kanker.
2. Perhatikan kandungan kimia dalam kuteks
Pilihlah yang berbahan dasar air dan tidak berbau. Cat kuku yang baunya menyengat biasanya berbahaya dan dapat mengakibatkan pusing. Bahan kimia yang paling berbahaya adalah dibutyl phthalat.
Pilihlah yang berbahan dasar air dan tidak berbau. Cat kuku yang baunya menyengat biasanya berbahaya dan dapat mengakibatkan pusing. Bahan kimia yang paling berbahaya adalah dibutyl phthalat.
3. Pilihlah harga yang masuk akal
Jangan pilih kuteks yang terlalu murah. Sebab, biasanya bahan dan kandungannya tak bisa dipertanggungjawabkan. Warnanya juga cenderung tidak terlalu bagus saat dipakai.
Jangan pilih kuteks yang terlalu murah. Sebab, biasanya bahan dan kandungannya tak bisa dipertanggungjawabkan. Warnanya juga cenderung tidak terlalu bagus saat dipakai.
4. Biarkan kuku Anda terlihat alami
Yang terbaik adalah sebisa mungkin hindari pemakaian kuteks. Kuku alami yang terawat pun tak kalah cantik dan menarik. Tanpa pewarna, kuku dapat bernapas. Kalaupun terpaksa pakai kuteks, atur jadwalnya. Minimal 2-3 hari dalam sepekan biarkan kuku tanpa kuteks.
Yang terbaik adalah sebisa mungkin hindari pemakaian kuteks. Kuku alami yang terawat pun tak kalah cantik dan menarik. Tanpa pewarna, kuku dapat bernapas. Kalaupun terpaksa pakai kuteks, atur jadwalnya. Minimal 2-3 hari dalam sepekan biarkan kuku tanpa kuteks.
Kini tinggal anda yang memilih. Terlihat cantik namun tidak sehat atau terlihat biasa saja, namun tetap cantik? Tentukan pilihan anda.Kuteks, memang sudah menjadi trend di kalangan remaja, khususnya wanita. Tapi, sadarkah anda dalam kuteks tersebut terdapat bahan kimia berbahaya yang disebut phthalates.
Temuan yang dipublikasikan dalam Journal Environmental Health Perspectives ini, menunjukkan bahwa phthalates dapat mengganggu metabolisme jaringan lemak, sehingga menyebabkan terjadinya resistensi insulin pada wanita sehat.
Setelah diteliti dari 2.350 sampel urin wanita yang berusia 20-80, peneliti menemukan 2 bahan kimia dengan tingkat tinggi, yaitu mono-benzil phthalate dan mono-isobutil ftalat. Ke-2 bahan kimia ini menaikkan risiko diabetes hingga 2 kali. Selain kuteks, bahan kimia berbahaya ini juga ternyata banyak ditemukan dalam berbagai produk perawatan wanita lainnya seperti hairspray, sabun, bahkan shampoo.
"Ini merupakan langkah awal yang penting dalam mengeksplorasi hubungan antara phthalates dan diabetes. Kita tahu kalau phthalates selain ada diproduk perawatan pribadi, juga ada di beberapa jenis peralatan medis dan obat-obatan yang digunakan untuk mengobati diabetes," jelas Tamarra James-Todd dari Brigham and Women's Hospital's Division of Women's Health yang dilansir melalui Livescience (16/7).
Harga yang ditawarkan pun cukup beragam. Dari ratusan ribu hingga ribuan rupiah. Namun bagi wanita, hal ini tidak menjadi masalah, asal dapat terlihat cantik dan menarik. Tapi hal ini tidak cukup bila tak melihat kandungan yang terdapat dalam kuteks itu. Agar dapat membedakannya terdapat bahan kimia atau tidak, berikut tipsnya :
1. Perhatikan masa kadaluarsanya.
Kuteks yang sudah kadaluarsa dapat menimbulkan gejala seperti iritasi, gatal kemerahan sampai berujung infeksi. Efek jangka panjangnya dapat menyebabkan kanker.
2. Kandungan kimia yang ada dalam kuteks harus diperhatikan. Pilihlah yang berbahan dasar air dan tidak berbau. Cat kuku yang memiliki bau menyengat biasanya berbahaya dan dapat mengakibatkan pusing. Bahan kimia yang paling berbahaya adalah Dibutyl Phthalat.
3. Pilihlah harga yang masuk akal. Jangan pilih yang terlalu murah. Karena biasanya bahan dan kandungannya tidak bisa dipertanggung jawabkan. Selain itu juga warnanya cenderung tidak terlalu bagus saat dipakai.
4. Lebih baik, biarkan kuku anda terlihat alami. Agar kuku anda dapat bernafas. Paling tidak 2 hingga 3 hari dalam sepekan.
Kini tinggal anda yang memilih. Terlihat cantik namun tidak sehat atau terlihat biasa saja, namun tetap cantik? Tentukan pilihan anda.














