Lam Quang Thanh
"Ini Batu Loncatan Kami"
Senin, 21-11-2011 23:14 | Kategori: Bincang | Dibaca 1169 kali | Komentar : 0
"Ini Batu Loncatan Kami" (sp+) Berita Terkait
LAM Quang Thanh, Head of the Vietnamese Sport Delegation, puas dengan perjuangan patriotik atletnya di SEA Games XXVI. Target 3 Besar pun terpenuhi.
Vietnam menargetkan 70 emas dan bersandar di posisi ketiga. Lam Quang mengatakan sempat meragukan kapabilitas Indonesia sebagai tuan rumah, terutama menyangkut transportasi dan akomodasi selama event berlangsung 11-22 November. Tapi, akhirnya mampu diatasi pihak penyelenggara.
Berikut kutipan wawancara sportiplus.com dengan Lam Quang:
SEA Games XXVI berakhir. Bagaimana Anda menilai pelaksanaannya secara keseluruhan?
Jujur kami agak khawatir awalnya karena banyak pemberitaan mengenai ketidaksiapan Indonesia hingga jelang hari H. Terutama menyangkut sarana dan prasarana pertandingan. Juga akomodasi dan transportasi di dua tempat, Jakarta dan Palembang. Kami bersama rombongan sempat kebingungan karena tak cukup punya tiket pesawat untuk ke Palembang jelang pembukaan. Beruntung, panpel yang bekerja sama dengan penerbangan Garuda dapat membantu kami. Secara keseluruhan Indonesia terbilang sukses meski ada beberapa masalah. Tapi, itu masih dalam koridor yang wajar. Tak mudah jadi tuan rumah yang benar-benar sempurna.
Apa kendala atlet Vietnam selama di Jakarta-Palembang?
Soal penginapan atlet. Atlet tak bisa tinggal bersama sehingga sulit berkomunikasi. Di Palembang, penginapan atlet sangat kecil. Satu toilet, misalnya, dipakai enam orang. Di Jakarta, tak ada penginapan atlet, kami pun tidur di hotel. Soal keamanan oke, bahkan sangat baik. Tapi, kemacetan sangat mengganggu konsentrasi kami. Apalagi, jarak dari hotel ke venue lumayan jauh.
Berapa besar kekuatan Vietnam di SEA Games?
Kami datang dengan 593 atlet. Kami tampil di 36 cabang olahraga dari 45 yang dipertandingkan. Tentu kami mengirim atlet-atlet terbaik. Ini sebuah partisipasi yang cukup besar dan masalah terbesar bagi kami adalah pendanaan.
Apakah target Vietnam tercapai?
Kami negara yang baru berkembang. Tapi, kami tak henti berupaya meningkatkan prestasi para atlet. Kami punya kekuatan di cabang pencak silat, senam, atletik, gulat, menembak, vovinam, anggar, kempo, karate, taekwondo, judo, dan dayung. Sedikitnya kami memasang 70 emas dan mengincar posisi tiga besar. Hasilnya, hingga sehari jelang penutupan, kami mampu meraup 87 emas, 85 perak, 91 perunggu. Tentu ini sebuah lonjakan prestasi yang luar biasa. Pada SEA Games sebelumnya di Laos kami meraup 83 emas, 75 perak, 57 perunggu dan berada di peringkat kedua di bawah Thailand. Sebenarnya kami juga mengincar emas di cabang sepakbola, tapi sayang kami harus kalah di semifinal secara dramatis di tangan tuan rumah.
Cabang olahraga apa yang paling mengejutkan Anda?
Tentu senam yang meraih emas terbanyak, yakni 11. Karena ini bukan cabang terukur, penilaian subyetif bisa saja terjadi. Tapi, faktanya para atlet kami mampu memperlihatkan prestasi terbaik. Juga di cabang pencak silat karena kami tak memasang target muluk mengingat Indonesia sangat mendominasi olahraga beladiri ini. Tapi, dari 21 atlet yang kami turunkan, kami mampu mencuri 6 emas.
Vietnam sempat menyodok Thailand di posisi kedua perolehan medali, tapi akhirnya kembali dikejar Thailand. Bagaimana Anda melihat persaingan ini?
Ya kami sempat melewati Thailand. Ketika itu atlet kami meraup 12 emas tambahan dan meningkat jadi 56 emas. Ke-12 emas pada Rabu (16/11) itu kami raih dari renang, biliar, vovinam, dan gulat gaya bebas, menembak, catur, rowing, dan ditutup atlet biliar Ma Minh Cam. Tapi, kami sadar Thailand adalah negara kuat. Pembinaan mereka cukup bagus karena ditunjang dana memadai. Mereka pasti akan berusaha mengejar kami dan itu terbukti.
Apa sasaran Vietnam berikutnya?
SEA Games ini hanya batu loncatan. Ajang pematangan sebelum ke level lebih tinggi. Ke depan, tentu sasaran kami adalah Olimpiade 2012. Kami berharap bisa membawa 8-10 emas dari London nanti. Untuk itu, selepas SEA Games ini kami akan fokus pada cabang-cabang potensial.
Berapa bonus yang diberikan dari pemerintah buat atlet berprestasi?
Kami tak punya bonus. Kami hanya memberikan apresiasi. Peraih emas berhak mendapat US$ 2.500.
Harapan Anda soal SEA Games ke depan di Myanmar?
Event ini adalah ajang promosi solidarity, friendship, dan development sesama negara Asean. Mari bersatu menjalin kekuatan, kebersamaan lewat jalur olahraga. Kita harus saling berbagi agar kita jadi yang terbaik. Saya harap Myanmar juga bisa jadi tuan rumah yang baik. Bahkan, harus lebih baik dari Indonesia karena hanya 25 cabang olahraga yang dipertandingan.














