Rusli Zainal
"PON XVIII Hanya Digelar di Riau"
Rabu, 08-02-2012 19:32 | Kategori: Bincang | Dibaca 1064 kali | Komentar : 0
"PON XVIII Hanya Digelar di Riau" (sp+) Berita Terkait
PON XVIII hanya di Riau. Tak ada penambahan cabang. Waktu sudah mepet, fasilitas pun belum siap. Pembukaan dan penutupan dibesut pihak ke-3.
Sampai saat ini, 4 cabang (dansa, drumband, hoki, berkuda) yang diminta Jawa Barat masih menunggu kepastian. Tapi, jawaban resmi terkait keikutsertaan mereka belum juga didapat.
Komisi X DPR RI minta KONI Pusat memberi kepastian. Sebab, tak mungkin 4 cabang itu digantung terlalu lama. Lebih baik ditolak sejak awal ketimbang menunggu tanpa kejelasan.
Tono Suartman, Ketua Umum KONI Pusat, tak bisa asal ambil keputusan. Pasalnya, kasus ini sudah masuk di PTUN (Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara) dan pihak Jabar menang.
Artinya, 4 cabang itu berhak menggelar pertandingan di Riau. Jika Tono menolak, Jabar punya hak menggugat balik KONI Pusat sebagai Induk cabang olahraga dan penengah dalam kasus ini.
Di sisi lain, bersikukuh dengan 39 cabang, Gubernur Riau dan Ketua Pelaksana PB PON Riau Rusli Zainal mengemukakan alasan penolakannya.
Sejauh mana persiapan Riau? Berikut petikan wawancara sportiplus.com dengan Rusli:
Sejauh mana persiapan Riau sebagai tuan rumah PON XVIII?
Kami sudah membentuk tim untuk checklist. Masih ada 26 cabang yang belum melengkapi hal-hal kecil pada kelengkapan fasilitas, sarana dan prasarana. Tapi, sejauh ini semua sudah berjalan lancar sesuai rencana.
Bagaimana dengan usulan 2 wilayah penyelenggara PON XVIII?
Peraturan KONI Nomor 10 menyatakan PON hanya digelar di 1 wilayah. Ini juga telah disepakati di pertemuan CDM daerah akhir Januari 2012. Ada kebanggaan daerah dalam setiap penyelenggaraan PON. Jadi, tak mungkin PON XVIII digelar di 2 wilayah.
Apa tanggapan Anda tentang 4 cabang yang diusulkan Jabar?
Keputusan menteri dari hasil Rapat Paripurna Nasional, Riau akan mempertandingkan 39 cabang dengan 598 nomor. Saat ini, menurut saya, tak cukup waktu mempersiapkan fasilitas terkait sarana dan prasarana untuk mempertandingkan 4 cabang itu. Dan, yang jelas, kami sebagai tuan rumah tidak menyiapkan itu.
Bagaimana dengan pembangunan venue biliar dan boling yang hingga kini belum berjalan?
Fasilitas tempat sudah ada. Lintasan, material on side sudah ada. Tinggal pembangunannya. Biliar dan boling nantinya satu area. Insya Allah dalam 7 bulan tersisa ini semua akan selesai tepat waktu.
Upacara pembukaan dan penutupan konon menggunakan jasa pihak ke-3...
Ya, nanti ada event organizer yang mengurusi upacara pembukaan dan penutupan. Saat ini dalam proses tender. Untuk yang lain-lain, kami akan memaparkan grand design dengan para seniman dan budayawan agar bisa memasukan nilai-nilai budaya lokal dalam gelarannya.
Apa target utama bagi Riau?
Harapan kami adalah mencapai sukses prestasi, Riau jadi juara umum. Juga sukses penyelenggaraan secara menyeluruh dari sisi SDM, sarana prasarana, dan perekonomian. Ini akan terus kami evaluasi sampai akhir penyelenggaraan. Ini juga jadi pijakan untuk penyelenggaraan Islamic Asian Solidarity Games 2013.














